Turunkan Angka Suara Tidak Sah, KPU Gianyar Bimtek Relawan Demokrasi

  • 31 Januari 2019
  • 07:25 WITA
  • Dibaca : 204 Pengunjung

KPU Gianyar menggelar acara Peresmian dan Bimbingan Teknis Relawan Demokrasi Pemilu Serentak Tahun 2019 di Kabupaten Gianyar. Acara dilaksanakan di Rumah Luwih, Lebih, Gianyar pada hari Kamis (31/1/2019). Sebanyak 55 orang relawan demokrasi dari 11 basis diresmikan langsung oleh Ketua KPU Gianyar, I Putu Agus Tirta Suguna, SH. dan dihadiri oleh Ketua KPU Provinsi Bali, Dewa Agung Gde Lidartawan.

Para Relawan Demokrasi ini diberikan pembekalan tugas dan fungsi, dimana sebelumnya mereka sudah terpilih berdasarkan hasil seleksi ketat yang dilakukan pihak KPU Gianyar. Menurut Agus Tirta Suguna, para relawan demokrasi ini dipilih melalui seleksi ketat, dan telah memenuhi syarat khusus diantaranya tidak berafiliasi ataupu sebagai anggota Partai Politik, didukung dengan surat pernyataan. “Oleh karena itu, kami tegaskan para relawan demokrasi harus mampu menampilkan citra netral dan berintegritas,”ujarnya.

Terkait tingkat partisipasi pemilih di Gianyar pada pilkada 2018 yang cukup tinggi, Agus Tirta mengatakan tantangan terbesar tidak semata tingkat partisipasi pemilih, melainkan juga menurunkan angka suara tidak sah. “Jadi pendidikan politik kepada masyarakat yang penting agar nantinya angka suara tidak sah di Gianyar dapat diturunkan, salah satunya melalui  sosialsiasi tata cara memilih,”pungkasnya.

Sementara itu pada kesempatan yang sama Komisioner KPU Gianyar Divisi Sosialsiasi dan Partisipasi masyarakat, I Komang Endra Gunawan mengatakan “Untuk diketahui bersama, dalam Pemilu 2019  ada lima jenis surat suara yang akan dicoblos yakni pasangan calon Presisden dan Wakil Presiden, calon anggota DPR-RI, calon anggota DPD RI, calon anggota DPRD Provinsi dan calon anggota DPRD kabupaten atau kota. Jadi kita akan melakukan upaya mendorong meningkatnya pengetahuan Pemilu dan partisipasi pemilih.”

Lebih lanjut Ketua KPU Provinsi Bali, Agung Lidartawan menegaskan kembali tugas dan fungsi para relawan serta peranan para relawan demokrasi untuk mendongkrak tingkat partisipasi memilih. “Relawan harus mampu menjadi agen sosialisasi untuk para pemilih di basis mereka, tentunya dengan tetap berpedoman pada kode etik.”imbuhnya.

Selanjutnya diberikan bimbingan teknis kepada para relawan, dengan narasumber yaitu Dr. Ni Made Ras Amanda Gelgel, S.Sos. M.Si , dosen Kajian Budaya Universitas Udayana Denpasar, dan I Ketut Udi Prayudi, SE.,SH.,MH. selaku aktivis Pemilu dan mantan anggota KPU Bali Periode 2013-2018. Bertindak selaku moderator yaitu Anggota KPU Gianyar divisi Sosialisasi dan Parmas, I Komang Endra Gunawan,ST. (kr)

Komentar