Humas Sebagai Ujung Lidah KPU

  • 08 Februari 2019
  • 13:25 WITA
  • Dibaca : 73 Pengunjung

Berita sebagai salah satu elemen dalam penyampaian informasi ke masyarakat perlu dikemas sedemikian rupa sehingga masyarakat tertarik membacanya. Atas dasar itulah KPU Provinsi Bali mengundang jajarannya di KPU Kabupaten/Kota se Bali untuk mengikuti bimtek kehumasan.

Kali ini KPU Provinsi Bali menunjukkan keseriusannya dalam upaya mewujudkan KPU  sebagai lembaga yang terbuka dari segi informasi. Tidak tanggung-tanggung, dalam bimtek Kehumasan yang digelar di Unggasan Bay View Hotel, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, KPU Bali menghadirkan dua narasumber yang mumpuni di dunia media peliputan.

Bagi insan jurnalisme, tentunya nama I Made Iwan Darmawan terdengar tidak asing lagi. Pria yang sempat mengenyam pendidikan di Institut Kesenian Jakarta ini telah lama bergelut di dunia jurnalistik, sebagai wartawan, fotografer, dan redaktur di Koran Bali Post hingga menghasilkan karya novel tentang kehidupan budaya masyarakat Bali, dengan karya berjudul Ayu Manda.

Tentunya bukan tanpa alasan KPU Bali menghadirkan tokoh ini untuk memberikan bekal ilmu bagi satuan kerja KPU di 9 Kabupaten/Kota di Bali. Menurut I Gede John Darmawan, komisioner KPU Bali yang membidangi divisi Sosialisasi dan Partispasi Masyarakat, setelah mendapatkan bekal ilmu jurnalistik jajarannya mampu mengimplementasikannya dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Harapannya tentu informasi yang diberikan tidak sekedar berita kegiatan biasa, namun harus inovatif dengan tetap berdasarkan data yang valid, tujuan yang jelas serta dikemas dengan menarik.

Para peserta Bimtek yang terdiri dari anggota KPU Kabupaten/Kota, para Kasubag Teknis dan operator website menyambut antusias kegiatan tersebut, karena di dalamnya dibagikan trik-trik bagaimana menyusun berita yang –mengambil istilah Iwan Darmawan– membuat obrolan menjadi bacaan yang menarik. Dengan suasana sekitar lokasi bimtek yang dihiasi pemandangan laut dan  dekat dengan ikon pariwisata Bali yaitu Taman Budaya Garuda wisnu Kencana atau lebih dikenal dengan singkatan GWK, membuat semangat para peserta mengikuti kegiatan sampai akhir.

Tidak hanya sampai di situ, pada sesi berikutnya disajikan pengambilan video editing oleh pakar digital yaitu I Wayan Joniartha Siada. Sosok pria dengan penampilan nyentrik dan terkesan gaul ini membagikan beberapa tips dasar dalam mengedit video kegiatan maupun video untuk sosialisasi. Menurutnya dalam menyampaikan informasi melalui video yang dikemas dengan apik dan kreatif dapat menarik perhatian penonton, sehingga tujuan informasi maupun ajakan tersebut dapat tersampaikan sesuai harapan kita. Untuk menghasilkan video yang menarik tidak perlu dengan alat-alat yang mahal, menurutnya bahkan hanya dengan handycam biasa dan handphone dengan fitur video dan kamera dapat menghasilkan sebuah tayangan yang menarik.

Di akhir acara, Jon Darmawan mengajak peserta untuk mendalami ilmu jurnalistik dan editing video ini dengan lebih serius. Menurutnya KPU harus mampu mengimbangi arus informasi yang semakin pesat dengan data yang akurat namun tidak membosankan, apalagi ketinggalan jaman. (kr)

Komentar