KPU Gianyar Kembangkan Kapasitas SDM Dalam Pengelolaan Media IT

  • 06 November 2019
  • 14:50 WITA
berita_190711111130_KPUGianyarKembangkanKapasitasSDMDalamPwngelolaanMediaIT.jpg

KPU Kabupaten Gianyar mengundang Ketua AMSI  Bali,  I Nengah Muliarta sebagai narasumber dalam acara Focus Group Discussion Penguatan Kelembagaan dan Peningkatan SDM di bidang Pengelolaan Media Teknologi Informasi pada KPU Kabupaten Gianyar. Kegiatan dijadwalkan berlangsung selama 2 hari, yaitu tanggal 6 sampai dengan 7 Nopember 2019 dengan menghadirkan narasumber yang berbeda sesuai dengan kapasitas masing-masing.


Ketua KPU Gianyar, I Putu Agus Tirta Suguna berharap agar dengan adanya FGD ini, nantinya menghasilkan SDM yang mempunyai kapasitas memadai dalam penyampaian informasi ke publik tentang kinerja KPU sebagai lembaga publik, tentunya dengan kemasan yang menarik. "KPU harus mampu mengelola informasi sehingga tidak hanya menampilkan acara seremonial saja, namun lebih pada informasi tentang kinerja KPU yang disajikan dengan menarik dan informatif." demikian disampaikan Agus Tirta Suguna saat membuka acara FGD yang diikuti oleh segenap pimpinan dan jajaran staf KPU Gianyar. Diharapkan nantinya seluruh peserta mampu menulis berita yang baik sesuai dengan aturan dan kode etik jurnalistik. 

Menyoroti kode etik, saat sesi tanya jawab anggota KPU Gianyar Divisi Teknis, Reika Chrisyanti menanyakan apakah ada sanksi bagi media yang memposting berita yang diperoleh dari sebuah sumber bahkan menjiplak seluruh isi konten namun tidak mencantumkan sumber berita. Narasumber dari Amsi, Nengah Muliarta tidak menampik masih sering ditemukannya hal serupa, namun kembali ke proses pengawasan redaktur media bersangkutan yang lalai dalam proses editing. Lemahnya pengawasan redaksional memang berdampak ke lembaga, bukan pada wartawan secara personal. Namun keluhan terkait pelanggaran kode etik wartawan maupun media sudah ada wadahnya yaitu dapat menyampaikan ke dewan pers. 

Selanjutnya sesi ke dua yaitu materi Pengelolaan medsos dan penyampaian informasi melalui video dan film pendek. Tujuannya agar peserta mampu mengolah informasi melalui pembuatan video, untuk tujuan sosialisasi maupun "branding" lembaga. 

"KPU harus mampu menampilkan konten yang "out of the box" untuk bisa menyajikan video yang  menarik sekaligus informatif," demikian penggalan isi materi yang disampaikan oleh penggiat medsos dan selebgram ternama di Bali, I Kadek Puja Astawa selaku narasumber kedua. Puja Astawa dikenal dalam karya -karyanya melalui film pendek bertema kondisi sosial masyarakat di Bali yang daat diakses di medsos seperti facebook dan youtube.

 

Dikemas dengan santai dan menarik, Puja Astawa memberikan tips-tips jitu agar video ataupun film pendek dapat menarik banyak penonton, hal ini akan berguna jika KPU Gianyar berkeinginan membuat sosialisasi ataupun ajakan memilih dalam Pemilu. Untuk itu diperlukan kreatifitas dan banyak latihan serta berani mencoba. Namun tentunya beberapa faktor berperan penting dalam suksesnya pembuatan video dan film pendek , antara lain pemilihan talent yang sesuai dengan karakter dalam video, serta skrip yang jelas sebagai panduan.

Di akhir acara, seluruh peserta membuat berita dan mempresentasikan video yang pernah dibuat dalam kegiatan sosialisasi untuk dikaji oleh narasumber dan melakukan sesi foto bersama. (kr)

 

Komentar